(Drama Location) Temptation of Wife

0

Posted by wirda_utsukushi | Posted in


1. Jajakdo Beach
 
Jajakdo Beach yang terletak di Goseong-gun, Gangwon-do adalah tempat di mana Gyo-bin dan Ae-ri mencoba untuk menenggelamkan Eun-jae yang sedang hamil dan juga tempat di mana polisi dan penyelam mencari tubuh Eun-jae. Adegan terakhir Ae-ri juga diambil di tempat ini. Jajakdo Beach, dinamai menurut sebuah batu kecil di pulau lepas pantai, yang terkenal dengan pasir putihnya yang seperti salju. Dalam liburan musim panas, keluarga dengan anak-anak kecil sering datang ke sini untuk menikmati keindahan Jajakdo Beach secara langsung.

Location : Munam-ri, Jugwang-myeon, Goseong-gun, Gangwon-do 

2. Novotel Ambasador Gangnam
The "Gran A", adalah sebuah bar di Novotel Ambassador Gangnam, tempat di mana Eun-jae menarik perhatian Gyo-bin dengan gerakan dance yang memukau. Novotel Ambassador Gangnam juga merupakan lokasi di mana Gyo-bin tertidur dan kemudian ditemukan oleh Ae-ri setelah menerima telepon dari Eun-jae tentang keberadaan suaminya. "The Gran A" menyajikan live music setiap malamnya. Pada "Happy Hour", dari jam 6 sampai jam 9 malam, pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman dengan harga yang lumayan murah. 
 
Address : Seoul-si Gangnam-gu Yeoksam-dong 603
Homepage : www.ambatel.com/gangnam (Korean, English, Japanese, Chinese)

3. Park Jun's Beauty Lab Cheongdam
Bella Beauty Shop yang Ae-ri miliki sebenarnya adalah Park Jun's Beauty Lab yang terletak di Cheongdam-dong. Jauh sebelum dikenal sebagai lokasi syuting drama Temptation of Wife, tempat ini telah menerima pengakuan dan para selebriti yang sering berkunjung ke tempat ini. Wanita Korea sering mengunjungi beauty shop seperti Park Jun's Beauty Lab untuk mendapatkan tatanan rambut dan make up dengan gaya terbaru. Beauty shop ini bertema by floor: lantai pertama tersedia meja informasi dan personal make-up, serta ruang manikur dan pedikur; lantai kedua tersedia salon rambut; lantai ketiga tersedia ruang VIP dan ruang klinik rambut dan ruang hair spa terletak di lantai empat.

 
Location : 5F of Wonil Building, 43-9 Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul

4. Palsaeksamgyeopsal (Restaurant)
Selama pesta pertunangan Ae-ri dan Gyo-bin berlangsung, kakak Eun-jae dan ayah Gyo-bin membahas tentang kematian mencurigakan Eun-jae sambil meminum soju (minuman keras) dan memakan Samgyeopsal (pinggang babi panggang) di Palsaeksamgyeopsal restaurant yang terletak di Sinchon. Palsaeksamgyeopsal restaurant terkenal dengan makanannya yang lezat, Palsaeksamgyeopsal restaurant telah mendapat pengakuan baik di dalam maupun di luar negeri. Sejumlah drama dan film telah menggunakan restoran ini sebagai lokasi syuting drama atau film mereka. Tempat ini terkenal dengan Samgyeopsal-nya dengan delapan jenis sauce termasuk anggur, doenjang (pasta kedelai), herbs, gochujang (pasta cabai), pinus dan ginseng. Pengunjung dapat mencampur dan mencocokkannya dengan delapan jenis sauce itu dengan Samgyeopsal sesuai selera mereka.

Location : Mihwa Building, 107-111 Nogosan-dong, Mapo-gu, Seoul


Source : english.visitkorea.or.kr
Indo Trans : Wirda-Utsukushi

(Picture) Lee Min Ho kembali dengan "Dandy Style" Nya

0

Posted by wirda_utsukushi | Posted in ,

Dandy Style telah menjadi gaya yang populer di Korea sejak Lee Min Hoo memainkan peran sebagai "Jeon Jin Ho" di drama populer "Personal Taste". (Mau tau tentang Dandy Style klik di sini)

Kali Ini Lee Min Hoo menjadi model untuk Trugen‘s spring/summer style. Check out the pic. below!

 

Source: Sports Today, Daum, dan ilgankg
Thanks to : aaroneticyan via @GoKpop

(Picture) Moon Geun Young for Bazaar

2

Posted by wirda_utsukushi | Posted in ,

Beberapa waktu yang lalu Moon Geun Young yang dikenal sebagai “the Nation’s Little Sister” untuk wajah nya yang baby face, sikapnya yang manis dan aktingnya yang memukau di film yang ia bintangi "My Little Bride", melakukan photoshoot untuk majalah fashion Harper's BAZAAR. Meskipun rambutnya semakin pendek, tapi dia tetap terlihat cantik. Check a look the pic.. 

 
 

Thanks to : eugenekim222 via @soompi

(Arsitektur Vernakular) Studi Bentuk Rumah Adat Suku Kajang

0

Posted by wirda_utsukushi | Posted in

Semester lalu pada mata kuliah Arsitektur Vernakular, ヰレダ dapat tugas untuk membahas tentang Arsitektur Tradisional Kajang. Karena ini mata kuliah pilihan peminatnya pun tidak terlalu banyak, apalagi mata kuliah ini membahas tentang arsitektur tradisional, sekarang kan orang lebih senang membahas arsitektur modern dibandingkan arsitektur tradisional, so orang-orang yang ambil mata kuliah ini hanya orang-orang yang ingin lebih tau tentang arsitektur Tradisional, seperti saya *plak*  Tugasnya sendiri di bagi berdasarkan kelompok, kebetulan kelompok ヰレダ dapat tugas untuk membahas tentang "Bentuk Rumah Adat Suku Kajang". Berikut ilmu-ilmu yang telah ヰレダ dapatkan...



KABUPATEN BULUKUMBA
Peta Provinsi Sulawesi Selatan dan Peta Kabupaten Bulukumba

Luas wilayah : 1.154,67 km2
Kabupaten Bulukumba terletak diantara 05°20°–05°40° LS dan 119°58° - 120°28° BT 
dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Sinjai
Sebelah Barat : Kabupaten Bantaeng
Sebelah Selatan : Laut Flores
Sebelah Timur : Teluk Bone dan Pulau Selayar
Jumlah penduduk : 383.870 jiwa
182.551 jiwa laki-laki dan 201.319 jiwa perempuan.

KECAMATAN KAJANG
Peta Kecamatan Kajang

Luas wilayah : 15.430 Ha
Jumlah penduduk : 45.393 jiwa
182.551 jiwa laki-laki dan 201.319 jiwa perempuan.

DESA TANA TOA
Pintu Gerbang Menuju Desa Tana Toa

Luas wilayah : 7,1 km2
Jumlah penduduk 3.925 jiwa dan kepadatannya 352 jiwa per km2.
Desa Tana Toa ini memiliki 9 dusun, yaitu :
Dusun Balagana, Dusun Sobbu, Dusun Daulu, Dusun Benteng, Dusun Bantalang, Dusun Balambina, Dusun Tanjong, Dusun Baraya dan Dusun Tombolo.

BENTUK RUMAH ADAT KAJANG
Rumah Adat Suku Kajang

Proporsi dan Harmoni
Di Tana Toa, arah rumah semua menghadap Barat. Barat adalah sebuah arah di mana simbol dari nenek moyang pertama Tana Toa (Pakrasangan Iraya). 


Keseimbangan, Ritme
Di Tana Toa, semua rumah warga dibangun dengan bentuk  yang sama. Konsep ini menunjukkan kesederhanaan dan sebagai simbol keseragaman.

BAGIAN RUMAH ADAT KAJANG

Secara vertikal, rumah adat Kajang dapat dibagi 3 bagian, yaitu:

Bagian atas/atap
Bagian atas rumah kajang disebut Para yang merupakan tempat menyimpan bahan makanan. Di bawah atap bagian kiri dan kanan terdapat loteng yang berfungsi sebagai rak (para-para) tempat penyimpanan barang dan alat.

Bagian tengah/badan
Bagian tengah atau Kale Balla berfungsi sebagai tempat hunian.

Bagian Bawah/kaki

Bagian bawah atau kaki rumah (kolong) berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan menenun, menumbuk padi atau jagung dan tempat ternak.

KONSTRUKSI RUMAH ADAT KAJANG
Bagian Atas/Atap
Atap terbuat dari daun rumbia dan lembaran–lembarannya kurang lebih 1,5 m. Pada bubungan atas depan dan belakang dipasang hiasan kayu (anjong) berupa ekor ayam.

Bagian Tengah/Badan
Denah rumah adat kajang

Secara horisontal, rumah adat Kajang juga terdiri atas 3 bagian, yaitu:
1. Ruang depan (latta riolo) yang digunakan sebagai dapur dan ruang tamu.

2. Ruang tengah (latta tangaga) digunakan untuk ruang makan, ruang tamu adat, dan juga ruang tidur untuk anggota keluarga.

3. Ruang belakang (Tala) menjadi bilik kepala keluarga dan dibatasi oleh dinding papan atau bambu. Lantai bilik ini lebih tinggi sekitar 30 cm (3 latta =  genggam pemilik rumah) dari lantai ruang tengah dan dapur. 



Dinding terbuat dari papan yang di ketam dan di pasang melintang. Jendela–jendela kecil yang berukuran 40 x 60 cm yang diletakkan sedikit lebih tinggi dari lantai. Pintu keluar hanya ada satu buah, yaitu yang diletakkan pada bagian tengah muka bangunan. Cat sama sekali tidak mereka gunakan. Mereka banyak menggunakan pasak dan tali sembilu bambu.

Bagian Bawah/Kaki
Tiang–tiangnya ditanam ke dalam tanah dan kayunya hanya dapat bertahan kurang lebih 10 tahun. Kayu ini biasanya disebut Na’nasayya dan istimewanya bila ada yang lapuk bisa langsung diganti tanpa perlu membongkar rumah. Tinggi tiang ke lantai kurang lebih 2 meter, sehingga di bagian bawah rumah dimungkinkan melakukan kegiatan, seperti : menenun, menumbuk padi atau jagung, tempat ternak, dan sebagainya. Jumlah tiang 16 buah (4 x 4) dengan jarak antar tiang 1–2 meter. Luas rumah sekitar 6 x 9 meter. Pada tiang tengah, benteng tangngaya biasanya digantungkan tanduk kerbau yang pernah dipotong untuk upacara, misalnya : upacara perkawinan.

 

Nb: Mengenai apa dan bagaimana suku kajang itu ヰレダ tidak membahasnya disini karena itu sudah di bahas di blog lain. Disini ヰレダ cuma membahas mengenai "Bentuk Rumah Adat Kajang" sesuai dengan tugas yang pernah ヰレダ dapatkan.... ^^

Special Thank to:
Teman Kelompokku...
Dari Kanan ke Kiri : A. Riska Adrianiヰレダ, Syamsidar, Dongsaeng-dongsaengku (Ikram dan Tales), dan salah satu warga kajang yang menyempatkan hadir untuk foto bareng ^_^ , thanks a lot...
(Lokasi : Pintu gerbang menuju kawasan adat Ammatoa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan)